Logo loader

Pemkot Serang Buka Inkubasi Bisnis, 60 Peserta Disiapkan Jadi Wirausaha Baru

KOTA SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Dinkopumkperindag) menggelar pembukaan Program Inkubasi Bisnis bertema “1 Keluarga 1 Pengusaha” di Horison TC UPI, Jalan Ki Masjong Nomor 2, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Serang, Jumat (9/10).

Program ini menjadi salah satu langkah Pemkot Serang dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, memperluas peluang usaha, serta menekan angka pengangguran melalui penciptaan wirausaha baru yang kompeten, mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Sebanyak 60 peserta terpilih mengikuti program inkubasi bisnis tersebut. Mereka dibagi ke dalam tiga bidang keterampilan, yakni bakery atau pembuatan kue sebanyak 20 peserta, barber atau pangkas rambut sebanyak 20 peserta, serta makeup artist (MUA) sebanyak 20 peserta.

Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengatakan Program Inkubasi Bisnis merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat ekonomi keluarga melalui pengembangan keterampilan dan kewirausahaan.

Menurutnya, program 1 Keluarga 1 Pengusaha dirancang agar setiap keluarga memiliki peluang untuk membangun usaha dan memperoleh penghasilan secara mandiri, tanpa harus terbebani kebutuhan modal yang besar sejak awal.

“Yang terpenting adalah kemauan, keterampilan, dan keberanian untuk memulai. Kita tidak perlu menunggu sempurna untuk memulai. Mulailah dari apa yang kita bisa, dari apa yang kita punya, dan mulai sekarang,” ujar Budi.

Ia menegaskan, pelatihan yang diberikan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Para peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh tahapan dengan sungguh-sungguh, mengembangkan keterampilan, dan menerapkannya menjadi usaha nyata yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga.

Budi juga mengungkapkan bahwa tingginya minat masyarakat terhadap program tersebut terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai sekitar 600 orang. Setelah melalui proses seleksi, jumlahnya mengerucut menjadi 200 orang, kemudian ditetapkan sebanyak 60 peserta yang mengikuti program inkubasi bisnis.

Ia berharap seluruh peserta terpilih dapat menjaga komitmen hingga program selesai dan mampu menunjukkan hasil nyata dari pelatihan yang dijalani.

“Dari 60 peserta ini, saya berharap semuanya bisa bertahan, mengikuti pelatihan dengan baik, dan berhasil. Saya ingin ada output yang jelas, ada perubahan yang nyata terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Serang, bukan hanya sekadar wacana,” tegasnya.

Lebih lanjut, Budi menekankan pentingnya pendampingan setelah pelatihan selesai. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dari kemampuan mereka mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk turut mendukung keberlangsungan usaha para peserta melalui kolaborasi dan pemanfaatan produk maupun jasa yang dihasilkan.

Sebagai contoh, produk kue dari peserta bidang bakery dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan kegiatan tertentu, sementara jasa pangkas rambut dan MUA juga berpeluang mendapatkan pasar melalui jejaring yang dibangun bersama pemerintah daerah.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem usaha yang saling mendukung, memperluas akses pasar, dan membuka kesempatan bagi para peserta untuk memperoleh pelanggan sejak tahap awal merintis usaha.

Budi juga menyampaikan rencana pemberian apresiasi pribadi sebesar Rp1 juta kepada peserta yang menunjukkan kesungguhan dan keberhasilan dalam mengikuti program. Ia menegaskan bahwa apresiasi tersebut dimaksudkan sebagai bentuk motivasi agar peserta semakin bersemangat membangun usaha.

“Jangan melihat besar atau kecilnya. Ini bentuk apresiasi dan motivasi agar Bapak dan Ibu tahu bahwa pemerintah tidak membiarkan kalian berjalan sendiri. Pemerintah akan terus mendorong dan mendampingi agar usaha yang dirintis bisa berkembang,” ungkapnya.

Budi menjelaskan, pengembangan kewirausahaan juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan masyarakat menghadapi perkembangan Kota Serang ke depan.

Seiring dengan rencana pembangunan berbagai fasilitas dan ikon kota yang diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata, peluang ekonomi masyarakat dinilai perlu dipersiapkan sejak dini.

Kehadiran pelaku usaha lokal yang memiliki keterampilan dan daya saing diharapkan dapat mendukung kebutuhan masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah. Dengan demikian, pertumbuhan kota dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi warga.

Menurut Budi, pembangunan sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur. Karena itu, pemerintah tidak hanya mendorong masyarakat untuk berwirausaha, tetapi juga menyiapkan program pengembangan pendidikan dan kesehatan.

Ia menyebut program Satu Kelurahan Satu Sarjana sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, ia menyampaikan rencana program Satu Kecamatan Satu Dokter yang ditargetkan mulai dijalankan pada tahun mendatang.

Berbagai inisiatif tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari upaya menyiapkan masyarakat Kota Serang agar mampu mengambil peran dalam perkembangan daerah, baik melalui kewirausahaan maupun peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Budi juga menyampaikan bahwa Pemkot Serang terus mendorong pembangunan dan pengelolaan anggaran agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia juga menyampaikan program-program yang dijalankan pemerintah dapat memberikan dampak nyata, mulai dari terbukanya kesempatan kerja, meningkatnya pendapatan keluarga, hingga tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di lingkungan masyarakat.

Ke depan, Budi berharap cakupan Program Inkubasi Bisnis dapat diperluas sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan meningkatkan keterampilan dan merintis usaha.

Ia menargetkan jumlah peserta pada tahun mendatang dapat meningkat hingga lebih dari 100 orang, dengan tetap memperhatikan kualitas pelatihan, pendampingan, dan keberlanjutan usaha.

Baginya, keberhasilan program 1 Keluarga 1 Pengusaha tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah peserta, tetapi juga oleh lahirnya pelaku usaha baru yang mampu bertahan, berkembang, dan menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya.

“Harapan saya, peserta yang berhasil nanti bisa menjadi contoh bagi generasi berikutnya. Semakin banyak keluarga yang memiliki usaha, semakin besar pula peluang masyarakat untuk memperoleh penghasilan tambahan dan meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Melalui Program Inkubasi Bisnis ini, Pemkot Serang berharap lahir wirausaha baru yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu membaca peluang pasar, membangun kemandirian ekonomi, dan menciptakan aktivitas ekonomi produktif di lingkungannya.

Program 1 Keluarga 1 Pengusaha diharapkan menjadi salah satu fondasi penguatan ekonomi berbasis keluarga, sekaligus mendorong pertumbuhan usaha mikro dan kecil yang inklusif, berdaya saing, serta berkelanjutan di Kota Serang.

Kota Serang terdiri dari 6 kecamatan dan 67 kelurahan.