Pemkot Serang Salurkan Bantuan Sembako, Marbot dan Guru Ngaji, Budi Rustandi: Bentuk Kolaborasi dengan Pemprov Banten
KOTA SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Serang menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Kampung Legok, Kelurahan Pancalaksana, Kecamatan Curug, Kota Serang, Kamis (8/10).
Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas inflasi di Kota Serang. Bantuan disalurkan melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dengan Pemkot Serang dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Provinsi Banten.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengatakan bantuan yang diberikan tidak hanya berupa sembilan bahan pokok (sembako), tetapi juga berupa uang tunai yang menyasar para marbot, guru ngaji, serta bantuan untuk mushola.
Menurut Budi, bantuan tersebut menjadi wujud perhatian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Mudah-mudahan ini bermanfaat untuk masyarakat. Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pak Gubernur Andra Soni yang selalu memberikan perhatian kepada warganya,” kata Budi.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi antara Pemprov Banten dan Pemkot Serang dalam menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Budi berharap kolaborasi tersebut dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kota Serang.
“Ini adalah bagian daripada kolaborasi Pemerintah Kota Serang dan Provinsi Banten. Alhamdulillah hari ini kita bisa melaksanakannya,” ujarnya.
Budi menuturkan, penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pemerintah daerah dalam menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Sebelumnya, Pemkot Serang juga telah menyalurkan bantuan di dua titik berbeda.
Menurutnya, turun langsung ke tengah masyarakat menjadi penting bagi seorang kepala daerah agar dapat mengetahui kondisi dan persoalan yang dihadapi warga secara nyata.
“Kalau saya enggak turun, saya enggak tahu kondisi masyarakat saya. Makanya perlu seorang kepala daerah itu turun ke bawah, melihat, cek kondisi, dan lain-lain,” tuturnya.
Ia menegaskan, aspirasi yang diperoleh dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pertimbangan dalam menentukan program prioritas Pemkot Serang, termasuk untuk keberlanjutan pembangunan pada tahun mendatang.
“Harapannya, apa yang kita dengar dari masyarakat ini bisa menjadi program skala prioritas dari Pemerintah Kota Serang,” ujarnya.
Dari berbagai kunjungan dan dialog langsung dengan masyarakat, Budi menyebut persoalan pengangguran menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan warga. Selain itu, masyarakat juga banyak menyampaikan persoalan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
“Yang terbanyak pengangguran, lalu infrastruktur, baru pendidikan dan kesehatan. Dan ini semua program lagi berjalan,” katanya.
Perlu disampaikan langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Serang untuk menjadikan aspirasi masyarakat sebagai dasar dalam menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Dengan turun langsung ke lapangan, pemerintah berharap berbagai persoalan warga dapat dipetakan secara lebih konkret, sekaligus mendorong hadirnya solusi yang berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan masyarakat.