Logo loader

Sentuhan Manusiawi Wali Kota Serang: "Sesungguhnya yang Butuh Pertolongan Itu Saya, Bukan Beliau"

KOTA SERANG – Senyum haru bercampur air mata bahagia pecah di Lingkungan Cirungge, Kelurahan Lipatik, Kecamatan Walantaka, Senin (15/06/2026). Iis Minjayanti, seorang warga yang selama ini harus bertahan hidup di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), akhirnya bisa bernapas lega setelah dikunjungi langsung oleh Wali Kota Serang, Budi Rustandi.

 Melihat langsung situasi dan kondisi tempat tinggal Iis, Wali Kota Budi Rustandi tidak dapat menyembunyikan keprihatinan mendalamnya. Kondisi rumah tersebut dinilai sangat miris dan jauh dari kata sehat, di mana ruang dapur untuk memasak dan tempat tidur menyatu tanpa sekat di satu ruangan yang sama.

 "Miris sekali melihat kondisinya. Dapur dan tempat tidur menyatu di satu tempat. Insyaallah, kami akan segera merenovasi tempat tinggal ini agar benar-benar layak dan aman untuk dihuni," ujar Budi dengan nada bergetar penuh empati.

 Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Serang langsung menggelontorkan bantuan stimulan tunai sebesar Rp15 juta yang dialokasikan khusus untuk renovasi total rumah tersebut.

 Agar bantuan ini tepat sasaran dan tidak disalahgunakan, Wali Kota menegaskan bahwa proses pembangunan akan dikawal ketat oleh aparatur kelurahan setempat. 

 Transparansi Anggaran: Uang tunai tidak dipegang oleh pihak kelurahan, melainkan langsung dialokasikan untuk material dan kebutuhan fisik bangunan dan Pengawasan Melekat: Lurah bertanggung jawab penuh memastikan setiap rupiah terserap murni untuk konstruksi rumah, sehingga Target Tepat Sasaran: Memastikan tidak ada penyalahgunaan dana agar rumah bisa selesai tepat waktu.

 "Uang tunai sebesar Rp15 juta ini akan dikawal oleh Lurah untuk langsung dibangun. Tapi ingat, uangnya bukan dipegang Lurah, melainkan Lurah yang mengawal prosesnya agar dana tersebut benar-benar terpakai untuk pembangunan. Jangan sampai dipakai untuk hal-hal yang tidak-tidak," tegas Budi Rustandi.

 Momen kunjungan tersebut sempat diwarnai suasana haru saat Iis Minjayanti menangis sambil menyampaikan rasa terima kasihnya yang tak terhingga. Menanggapi momen emosional tersebut, Wali Kota Serang justru memberikan pandangan filosofis yang mendalam dan menampar ego manusia modern.

 Budi mengingatkan bahwa sebagai sesama manusia, sudah kewajiban moral untuk saling mengulurkan tangan. Baginya, bantuan ini bukan sekadar tugas jabatan, melainkan jawaban atas doa-doa yang dipanjatkan oleh warganya.

 "Ketika seorang hamba Allah membutuhkan pertolongan dan berdoa, mungkin lewat saya doa itu dijawab. Tapi sesungguhnya, yang butuh pertolongan itu bukan beliau (Ibu Iis), melainkan saya. Kebaikan ini adalah pertolongan untuk saya, sebagai bekal di akhirat kelak," pungkas Budi menutup perbincangan.

Perlu disampaikan Langkah responsif ini diharapkan menjadi pemantik bagi seluruh elemen masyarakat dan pemangku kebijakan di Kota Serang untuk lebih peka terhadap kondisi sosial di sekitar mereka. Gotong royong dan kepedulian nyata terbukti mampu mengubah air mata kesedihan menjadi harapan baru yang lebih layak.

Kota Serang terdiri dari 6 kecamatan dan 67 kelurahan.