Logo loader

Perubahannya Sangat Terlihat di Tengah Kota,” K.H. Embay Apresiasi Satu Tahun Kepemimpinan Budi–Agis di Kota Serang

Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Serang H. Budi Rustandi bersama Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia mendapat apresiasi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat Kota Serang, K.H. Embay Mulya Syarief.

 

Menurutnya, perubahan pembangunan di Kota Serang mulai tampak dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setelah satu tahun masa kepemimpinan berjalan.

 

“Setahun telah dilewati Alhamdulillah, prestasinya sangat terlihat, sangat nampak di tengah-tengah Kota Serang,” ujar K.H. Embay.

 

Ia mencontohkan perubahan yang mulai terlihat pada kawasan Pasar Rau yang sebelumnya dinilai semrawut dan kurang tertata, namun kini mulai mengalami pembenahan menuju pasar yang lebih bersih dan tertib.

 

“Yang semula Pasar Rau semeraut, kotor, sekarang Pasar Rau sudah mulai berubah. Mudah-mudahan nanti betul-betul menjadi pasar modern yang bersih dan tidak kumuh,” katanya.

 

Selain Pasar Rau, K.H. Embay juga menyoroti penataan kawasan Royal yang menurutnya merupakan pusat bisnis Kota Serang sejak dahulu. Ia mengaku melihat langsung perubahan kawasan tersebut yang kini tampak lebih tertata.

 

“Barusan tadi saya lewat Royal, sudah sangat berubah, pangling, menjadi lebih indah dilihat,” ungkapnya.

 

Ia menilai perubahan tersebut berpotensi menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Serang.

 

“Mudah-mudahan bisa menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang datang berkunjung ke Kota Serang, baik wisatawan domestik maupun mancanegara,” lanjutnya.

 

Dalam pandangannya, Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten memiliki karakter sebagai kota tua yang majemuk dan toleran. Ia menyebut keberagaman masyarakat yang hidup berdampingan menjadi kekuatan sosial yang telah terjaga sejak lama.

 

“Kota Serang ini kota tua, kota yang sangat majemuk penduduknya… dan sampai hari ini kita tidak pernah bermasalah,” tuturnya.

 

K.H. Embay juga menyinggung pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air dan sungai, mengingat pertumbuhan perumahan yang turut memengaruhi daerah resapan air.

 

“Saluran-saluran yang tidak baik menyebabkan banjir. Untuk itu saya mengharap warga Kota Serang mari bersama-sama menjaga kebersihan,” ujarnya.

 

Selain pembangunan fisik, ia turut menyoroti kekayaan budaya dan kuliner Kota Serang yang menurutnya dapat terus ditampilkan sebagai daya tarik bagi para pengunjung, termasuk kesenian tradisional serta keberadaan bangunan-bangunan bersejarah di Kota Serang.

 

Di akhir penyampaiannya, K.H. Embay menyampaikan apresiasi atas satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang yang dinilainya mulai menghadirkan perubahan yang dirasakan masyarakat.

 

“Selamat kepada Pak Budi dan Agis yang telah berjalan satu tahun, dan hasilnya memuaskan buat kami masyarakat,” pungkasnya.

Kota Serang terdiri dari 6 kecamatan dan 67 kelurahan.