Logo loader

Respon Cepat, Pemprov Banten: Gelar Focus Group Discussion (FGD) Feasibility Study (FS) Elektrifikasi Kereta Api Lintas Rangkasbitung-Merak

KOTA SERANG- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten terus mendorong terwujudnya transportasi publik modern. Hal itu ditandai dengan digelarnya Focus Group Discussion (FGD) Feasibility Study (FS) Elektrifikasi Kereta Api Lintas Rangkasbitung-Merak di Le Dian Hotel and Cottages, Kota Serang, Jumat (2/10/2026).

Gubernur Banten, Andra Soni dalam sambutannya menegaskan bahwa FGD ini menjadi bagian krusial dari proses penyusunan kajian kelayakan untuk pengembangan jalur kereta api dari Rangkasbitung hingga Merak.

Ia juga sangat mengapresiasi inisiatif Wali Kota Serang, Budi Rustandi atas pembangunan double track dan elektrifikasi lanjutan kepada pemerintah pusat. 

"Atas inisiasi Wali Kota Serang beberapa waktu yang lalu, kami mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk pembangunan double track dan elektrifikasi lanjutan dari Rangkasbitung sampai dengan Merak," ujar Andra.

Andra menjelaskan, rencana ambisius tersebut sebenarnya telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Namun, hingga kini belum masuk dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian.

"Upaya ini sebenarnya sudah tertuang di dalam RPJMN, namun belum masuk dalam Renstra," ujarnya.

Oleh karena itu, Pemprov Banten mengambil langkah proaktif dengan mendorong penyusunan FS agar usulan tersebut memiliki dasar kajian yang kuat, baik dari sisi kebutuhan masyarakat, operasional, maupun pembiayaan.

"Harapannya dari FS tersebut nanti terlihat dan terkonfirmasi bahwa kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik double track atau Commuter lanjutan dari Rangkasbitung itu bisa dilaksanakan," katanya.

Ia menegaskan, kewenangan pembangunan jalur kereta api tetap berada di pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan. Hasil FS ini nantinya akan menjadi bahan utama Pemprov bersama pemerintah kabupaten/kota untuk meyakinkan pemerintah pusat.

"Karena ini kewenangan dari Kementerian Perhubungan. Semua ini kembali kepada pemerintah pusat," ujarnya.

Andra berharap, jika rencana double track dan elektrifikasi ini terealisasi, akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, konektivitas wilayah, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Banten.

Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi mengaku bersyukur inisiasinya untuk menghadirkan kereta elektrifikasi yang melintasi Kota Serang mendapat respons cepat dari Gubernur Banten.

"Alhamdulillah hari ini Pak Gubernur merespons cepat terkait inisiasi saya untuk bagaimana Kota Serang bisa mendapatkan kereta cepat elektrifikasi. Alhamdulillah FS-nya sudah jadi," ujar Budi.

Budi menyebut, sesuai komitmen awal, FS ditargetkan rampung pada 2026 dan akan dilanjutkan ke tahap Detail Engineering Design (DED) di Kementerian Perhubungan pada 2027.

"2026 dibuatkan FS oleh Pak Gubernur, 2027 pindah ke Kementerian Perhubungan untuk dibuatkan DED-nya. Alhamdulillah ini bisa sampai Merak juga," ujarnya.

Tak hanya elektrifikasi, rencana ini juga akan menghidupkan kembali jalur dan stasiun yang sempat nonaktif, salah satunya Stasiun Cipocok Jaya.

"Iya betul, itu akan dihidupkan kembali karena jalurnya nanti lewat situ. Dari Pandeglang, Cipocok, baru sampai ke Merak," pungkasnya.

Kota Serang terdiri dari 6 kecamatan dan 67 kelurahan.